Rabu, 16 Desember 2009

Bidadari-bidadari Surga

Review lagi? Iyah…. maapkeun klo blog ini jadinya review semua. Ga review film ya review buku. Secara ya, emang hobi baca buku dan nonton sih sayah.

Judul : Bidadari-Bidadari Surga
Penulis : Tere Liye
Penerbit : Republika
Jumlah halaman : 365 halaman
Harga : Rp. 47.500,-

Dari judulnya, mungkin bagi yang sering baca buku Ketika Cinta Bertasbih (KCB), Ayat-Ayat Cinta (AAC), Trilogi Syahadat Cinta (SC) akan berpikir kalo buku ini ga jauh-jauh dari cerita percintaan. Tapi, bagi yang pernah baca buku-bukunya Tere Liye kayak Hafalan Shalat Delisa dan Moga Bunda di Sayang Allah pasti akan setuju kalo buku ini sama sekali bukan cerita percintaan ala buku ‘…… cinta’ yang sekarang banyak beredar.

Tere Liye selalu mengangkat cerita tentang kemanusiaan itu yang membuat saya mengangkat dua jempol untuk buku-bukunya. Kalo blom pernah baca karyanya, saya merekomendasikan Hafalan Shalat Delisa untuk di baca. Boong deh kalo ga tersentuh bacanya :up: jujur saya sampe

Kalo tertulis Tere Liye di buku, pasti langsung ambil, ga perlu baca resensi lagi

Bidadari-Bidadari Surga ini pun tak kalah dahsyat, lagi-lagi Tere Liye mampu membawa kita dalam cerita nan cantik berbalut persaudaraan.

Bercerita tentang satu keluarga yaitu Mamak Lainuri dengan kelima anaknya, Laisa, Dalimunte, Ikanuri, Wibisana dan Yashinta. Kak Laisa sebagai anak tertua, rela putus sekolah, demi pendidikan adik-adiknya dia rela bekerja keras di perkebunan kecil milik Mamak Lainuri di Lembah Lahambay. Kak Laisa yang selalu berkorban untuk adik-adiknya, Kak Laisa yang tak pernah terlambat dan tak pernah lelah menjaga adik-adiknya. Saya sangat terpukau dengan cerita saat Kak Laisa sampai larut malam mencari Ikanuri dan Wibisana di hutan, hanya menolong adiknya.

Awal sekali diceritakan Prof. Dalimunte sedang presentasi temuan barunya, Ikanuri dan Wibisana baru saja tiba di Eropa untuk usahanya dan Yashinta sedang observasi di Gunung. Keempatnya mendapatkan pesan dari Mamak Lainuri. Setelah membaca pesan itu, Dali langsung menghentikan presentasinya di Simposium Fisika Internasional, Ikanuri dan Wibisana yang baru tiba di Eropa langsung mencari penerbangan selanjutnya ke Indonesia, Yashinta pun langsung turun dari puncak gunung. Demi melihat Sang Kakak. Kak Laisa.

Kak Laisa tak pernah menangis di depan adik-adiknya. Tak sungkan memarahi dan memukul Dali, Ikanuri dan Wibisana yang ketauan bolos sekolah. Kak Laisa hanya ingin pendidikan yang terbaik bagi adik-adiknya. Hanya itu. Kesuksesan adik-adiknya adalah kebahagiannya.

Aaaaahhh… saya benar-benar tak dapat mendeskripsikan ceritanya disini, entahlah… Perjuangan seorang kakak demi adik-adiknya, walo sebenarnya Laisa bukanlah kakak kandung mereka. Saya hanya berdoa, jadikanlah orang-orang seperti Laisa, bidadari surga ya Rab….

Saya lalu bertanya pada diri saya sendiri “Mampukah saya seperti Laisa pada adik saya?”

Dan sungguh di surga ada bidadari-bidadari bermata jeli (Al-Waqiah:22). Pelupuk mata bidadari-bidadari itu selalu berkedip-kedip bagaikan sayap burung indah. Mereka baik lagi cantik jelita (Ar Rahman:70).

Serunya Nonton "New Moon" di XXI EX

Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. 21 November 2009. Serentak di seluruh penjuru dunia film serial Twilight Saga “New Moon” di putar. Tidak ketinggalan pemutaran di Jakarta pada hari yang sama, hanya di putar di Studio XXI EX dan Premiere Studio.

Pagi-pagi saya sudah browsing di www.21cineplex.com untuk memastikan New Moon di putar di Jakarta. Jauh hari ingin memesan lewat m-tix tapi belum yakin. Saya hubungi teman dan ajak dia nonton bareng. “Sebentar ya,.. nanti aku kabarin.” Tapi hingga menjelang pukul 10.00 WIB tak ada kabarnya, saya putuskan beli tiket on the spot dan nonton sendiri, seperti biasanya :-). Semoga saya beruntung. Bergegas mandi dan dandan seadanya. Hah,..?? masih pake acara setrika baju pula,.. wahhh, kenapa ga dipersiapkan dari kemarin..?? Kebiasaan last few minute masih saja melekat!

Pukul 11.00 WIB saya meluncur ke XXI EX, alhamdulillah perjalanan lancar, hanya 20 menit saja. Pelan-pelan saya menuju EX dan ,...Oh, My God,..mobil berderet-deret di jalanan depan parkiran EX. Pasti penuh nih,..pikir ku. Tidak heran, twifans di Jakarta pasti tumpah ruah di sini, karena untuk pemutaran perdana hanya di EX dan Premiere Studio.

Memasuki lobby tidak seperti yang saya bayangkan, ternyata biasa saja. Saya naik tangga hingga lantai 2. Oh, My God,...baru saja jejak kan kaki di lantai 2, antrian panjang sudah menanti, melingkar bagai ular naga. Saya tanya ke seseorang di antrian tersebut “ mba, ini antrian New Moon?”,..dia pun mengiyakan. Saya antri tepat di depan Coffee Beans. Antrian bergerak sangat pelan. Hampir satu jam antrian saya hanya maju beberapa meter, di depan Starbucks Coffee.

Tepat di depan saya antri, seorang wanita sedang berbincang dengan laki-laki, yang kemudian saya ketahui ternyata dia suami dari wanita tadi. Tidak sengaja saya mendengar percakapan mereka. “Kita salah antri nih, ini antrian Premiere untuk besok pagi”,..kontan saya bertanya ke wanita tadi,.. maaf, mba..ini antrian untuk hari ini kan? Kemudian wanita tadi menjelaskan “kata suami saya – ini antrian untuk Premiere esok hari – tadi sudah tanya security.”

Saya berpikir sejenak, menimbang-nimbang. Apakah perkataan suaminya tadi benar? Kalau benar buat apa dilanjutkan, sedangkan antrian untuk hari ini – kata dia ada di dalam. Tapi, kalau salah, sayang saya sudah mengantri hampir satu jam dan mungkin tidak bisa ke posisi antrian semula. Segera saya putuskan mencari tau kebenarannya. Bergegas saya masuk menuju loket.

Oh, My God... antrian di dalam sudah penuh sesak. AC seperti tidak berfungsi. Saya senyum dan tanya-tanya pada setiap orang yang kiranya bisa memberikan keterangan, tapi koq.. mereka juga sepertinya bingung,.. aneh. Saya terus maju, menuju loket lewat samping – yang ternyata loket penukaran m-tix. Saya bertanya pada salah satu petugas loket, “mba, tiket untuk hari ini masih ada?”,...kemudian dia menjawab “masih, tapi hanya untuk kursi depan saja – masing-masing jam pertunjukkan”..syukurlah, ada secercah harapan walaupun sempat terpikir oleh saya, masih ada memang, tapi yang antri banyak, kira-kira dapat yang jam berapa? Ah,..yang penting antri aja dulu, masalah dapat untuk jam berapa atau untuk hari apa itu masalah nanti, pikirku.

Kemudian saya antri lagi, saya mengambil posisi antri, tapi sesaat kemudian security menertibkan antrian yang ternyata banyak kesalahan tidak pada jalurnya. Saya mencoba menyapa wanita dengan harapan bisa nitip tiket, ternyata dia tidak antri dan menunggu temannya yang antri di belakang. Hmm,..saya harus antri di belakang. Saya ambil posisi antri lagi, mengamati apakah saya berada di jalur yang benar? Saya tanya lagi ke orang di depan saya, “mas, ini benar ya antrian?..masalahnya tadi saya antri salah ternyata orang buat cabang antrian” Dia meng-iyakan. Saya masih terus mengamati jalur antrian. Dan sadar ternyata masih dalam jalur antrian yang salah. Mereka membuat cabang antrian. Lagi-lagi salah. Saya terus ke belakang lagi. Di sana ada security. Oh, pasti ini sudah paling belakang. Saya ambil posisi antri di jalur paling luar. Semuanya ada 3 jalur untuk 3 loket.

Baru menempatkan posisi antrian, ehh,,tiba-tiba ada wanita di jalur tengah yang nyeletuk “ mba, kalo antri di belakang – saya juga tadi dari belakang sana, sambil menunjuk antrian paling pojok. Sementara itu hanya satu jalur. Trus saya bilang “ bukannya semua ada 3 jalur? Saya tidak salah dong, antri di sini. Saya meyakinkan dengan tanya ke orang di depan saya. “Mas lagi antri kan?” – dan ia pun mengiyakan. Wanita tadi masih belum puas,. "Saya tadi antri di sini tidak boleh sama petugas." Dalam hati "bukan urusan saya dong." Sedangkan petugas tidak menegur saya. Saya pastikan jalur saya benar. Dan memang berada di jalur yang benar. Ah, sudahlah toh petugas tidak mengusir saya. Wanita itu masih belum terima – sambil telepon dia ngomel-ngomel masalah antrian dan membahas ada yang nyerobot antri, saya rasa dia sedang membicarakan saya :-).

Beberapa menit antrian maju, saya lihat di jalur dalam sepertinya lebih pendek. Setelah ijin tidak ada yang mau antri di jalur dalam, saya pun pindah. Sepertinya jalur ini lebih cepat, pikir saya. Sambil memperhatikan beberapa wanita yang sedang interview – entah untuk keperluan apa – mereka berdandan rapi dan berfoto-foto. Hm,..mereka tampak cantik-cantik, seperti model. Membawa goody bag bergambar New Moon, mungkin jumpa fans atau baru saja mengikuti launching pemutaran film New Moon.

Tiba-tiba salah satu dari wanita tadi berteriak, “siapa mau tiket, ada dua, tapi duduk terpisah”..tepat di depan saya – tanpa buang waktu saya tanya untuk tanggal dan jam berapa? Dia jawab “sekarang!” Langsung saya ambil kesempatan itu – sambil bergegas mengganti uang tiket tersebut. Dan lari bergegas menuju Studio 1 bersama teman yang mendapat tiket cancel tadi. Surprise! Teman baru tersebut terus mengajak saya “ ayo mba, cepetan ke Studio 1, alhamdulillah ya mba...kita beruntung, begitu dia berucap, kemudian kami berpisah menuju tempat duduk masing-masing.

Nampak masih ada beberapa seat yang kosong. Hmm, sementara di luar antri panjang kenapa di dalam masih ada yang kosong? Kemudian saya bersapa dengan sebelah tempat duduk saya. “Mba, beli tiket hari ini atau m-tix?” Dia menjawab “ saya dari Twifans Nusantara, tiket saya dapat dari 3 minggu yang lalu” – Ya, Allah.. saya beruntung sekali hari ini, terima kasih.

Sesaat pertunjukkan di mulai. Plot-nya lamban. Hingga saat Edward muncul, kontan hampir seluruh penonton teriak histeris,...duh,,Edward kamu ganteng sekali,...ucap saya. Setiap kali Edward muncul, sorak dan siulan bergema. Saya benar-benar menikmati film ini. Amazing, saat werewolf muncul. Ternyata serigalanya besar sekali dan saya suka saat pertarungan melawan vampir Laurent. Seru. Juga saat Jacob bertarung melawan Paul. Keren.

Hampir dari film tersebut yang saya suka adalah pertarungan-pertarungan. Saat werewolf melawan Victoria dan terjadi adegan kejar-kejaran sampai pertarungan Edward membela Bella saat akan diuji vampir Jane. Sempat merinding menyaksikan Edward di banting beberapa kali...oh,, sungguh kasihan kamu Edward. Demi membela orang yang dia kasihi, berkorban dengan taruhan nyawanya.

Adegan terakhir sungguh tak terlupakan. Saat Bella meminta untuk segera diubah menjadi vampir oleh Edward. Edward mengajukan syarat. Mau tau..?? Edward bilang “ Marrie me”... Gubrak!...saat itu film langsung selesai,..tanpa basa-basi, :-)

Bagi yang belum nonton, saya rekomendasi untuk segera menonton. Rugi banget deh kalau sampai terlewat. O, iya jangan pake sandal atau sepatu hak tinggi kalo pakai jalur antri, 'coz antrian panjang bak ular naga. Dan pastikan antri di jalur yang benar,,agar tidak seperti saya, OK! :-)

PS :
Buat Henika dan Della, terima kasih telah memberikan tiket tak terduga untuk saya, semoga kebaikan kalian di balas oleh Allah SWT, amin.




ABOUT

Coin A Chance! merupakan sebuah gerakan sosial yang diawali di Jakarta pada Desember 2008.

Melalui gerakan ini, kami berusaha mengajak kawan-kawan, kerabat, keluarga, juga para netters (blogger, plurker, facebooker…) untuk mengumpulkan ‘recehan’ atau uang logam yang bertumpuk dan jarang digunakan. Uang yang terkumpul akan ditukarkan dengan ’sebuah kesempatan’ bagi anak-anak yang kurang mampu agar mereka dapat melanjutkan sekolah lagi.

Kamu bisa mengikuti perkembangan Coin A Chance! melalui blog ini, dan jika kamu atau kenalanmu kebetulan mempunyai setumpuk ‘recehan’ atau uang logam yang rasa-rasanya tak akan dipakai untuk berbelanja dan sudah tak muat lagi disimpan di dalam dompet, ayo tukarkan koinmu dengan kesempatan melanjutkan sekolah bagi anak-anak yang kurang mampu!

Jika kamu bergabung, kesempatan yang dimiliki anak-anak Indonesia untuk bersekolah kembali akan lebih besar, lho! Informasi mengenai bagaimana kamu bisa bergabung dan turut serta dalam Coin A Chance! akan segera ditayangkan di blog ini dalam beberapa hari ke depan.

Kirimkan saja email ke coinachance[at]gmail[dot]com sekiranya kamu membutuhkan informasi lebih banyak mengenai Coin A Chance!

PS: Jadwal dan lokasi pengumpulan uang logam Coin A Chance! dapat dilihat di blog ini. Pertanggungjawaban dan alokasi dana yang didapatkan dari Coin A Chance!, siapa saja penerimanya, dan dalam bentuk apa bantuan diberikan, akan dipublikasikan juga secara transparan di sini.

Regards,

Nia dan Hanny, Coiners.




 

Ina Smile's Blog Copyright © 2009 Premium Blogger Dashboard Designed by SAER